Press Releases
Mengenalkan Teknologi Bahan Bangunan
JAKARTA, Media Indonesia - DI Asia, khususnya di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangan bahan bangunan dan teknologi yang menyertainya boleh dikata sangat melejit Banyak proyek terkemuka di kawasan ini yang telah mengadopsi teknologi bahan bangunan terkini hingga mampu mencapai level bangunan kelas dunia. Sebagai bagian utama dari industri konstruksi, bahan bangunan memang dituntut untuk selalu berkembang. Bahan baru, teknologi, dan teknik yang up to date harus terus muncul untuk mengimbangi dinamika industri konstruksi yang sangat laju.

Bukan hanya itu, kebutuhan masyarakat akan pengetahuan teknologi dan bahan bangunan juga semakin tinggi. Bahkan ada yang mengibaratkan, kebutuhan akan bahan bangunan seperti kebutuhan makanan; terus dibutuhkan dan permintaannya terus naik. Itulah mengapa inovasi-inovasi di bidang teknologi bahan bangunan makin menjadi tuntutan zaman. Itu juga alasan mengapa metode penciptaan bahan bangunan harus terus berkembang lebih efektif dan efisien.

Kebutuhan dan tuntutan ini tentu saja akan membawa peluang baru sekaligus tantangan untuk industri bahan bangunan secara global. Pun jikamelihat perkembangan yang terjadi sekarang ini, produsen-produsen bahan bangunan tampaknya sangat menyadari hal tersebut. Bagi mereka, tanpa ada tantangan yang melahirkan mampu inovasi, maka bisnis mereka akan habis digilas zaman. Persoalannya, ketika inovasi dan tren teknologi di bidang bahan bangunan itu sudah dilakukan, bagaimana mempertemukannya dengan pasar?

Inilah yang selama beberapa tahun terakhir coba ditawarkan PT Debindomulti Adhiswasti dengan mengadakan IndoBuildtech. Pameran yang kali ini sudah masuk tahun penyelenggaraan yang ke delapan ini memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan produk dan jasa di bidang industri dan teknologi bahan bangunan, baik bagi kontraktor, profesional, arsitek, desainer interior-eksterior, distributor, maupun agen.s

Ajang pertemuan
IndoBuildtech 2010 berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 30 Juni-4 Juli 2010. Pameran diikuti 189 manufaktur dan distributor bahan bangunan terkemuka di Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, China, India, dan Uni Emirat Arab.


Karena ini merupakan ajang untuk mempertemukan produsen, supplier dan konsumen, selama lima hari pameran ini pun IndoBuildtech 2010 menggelar sesipresentasi produk dan teknologi bahan bangunan dari peserta pameran. Sesi ini sifatnya terbuka untuk umum dan gratis.

"Dalam kesempatan ini para pengunjung dapat memperoleh informasi terkini tentang tren penggunaan dan pemilihan produk serta teknologi pendukungnya," kata Direktur Debindo, Budiarto Linggowiyono seusai acara pembukaan IndoBuildtech oleh Wakil Presiden Boediono, kemarin.

Pengunjung pameran, kata dia, juga dapat berkonsultasi bidang arsitektur maupun interior, yakni di Klinik Konsultasi Arsitektur bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan di Klinik Konsultasi Interior bersama Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDDI).

Pameran IndoBuildtech 2010 yang luas areanya mencapai 11 ribu meter persegi ini akan menampilkan berbagai kategori produk terbaru meliputi building materials-and equipmenls, building automatic system, safety equipment, points and coating, lighting, door and window, concrete and mortar products, truss, plumbing systems, ceramic flooring and roofing, locks equipment, dan lain-lain.

Di lihat dari tujuan dan fungsinya, pemerintah semestinya merasa terbantu dengan IndoBuildtech karena pameran ini bisa menjelaskan dan memberikan gambaran kepada publik tentang perkembangan teknologi bahan material. Yang cukup spesial, tahun ini Indobuildtech dirangkai pula dengan kegiatan World Ceramic Forum 2010yang juga dihadiri Ketua Forum Organisasi Keramik Dunia Alfonzo Panzani.

Panzani mengaku terkesan dengan pameran IndoBuildtech ini. Khusus mengenai industri keramik, ia bahkan mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia akan menjadi negara industrikeramik yang baik dan prospektif di masa datang. "Saya terkesan dengan acara ini dan saya melihat ada sejumlah perusahaan keramik yang telah memiliki penggunaan teknologi digital," kata Panzani. (S-3)oebay@mediaindonesia.com

News & Releases

Quick Links